Pembelajaran Jarak Jauh saat Pandemi | dampak, krisis dan Solusinya.

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah perubahan besar yang terjadi akibat adanya pandemi korona dalam bidang pendidikan. Dikutip dari Kompas.com, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim mengatakan bahwa terdapat krisis yang jarang diketahui oleh masyarakat dalam pembelajaran jarak jauh ini. Krisis tersebut adalah proses adaptasi guru, orang tua dan siswa terhadap proses pembelajaran yang baru ini.

Krisis ini menurut Nadiem dapat memiliki efek permanen bagi generasi di negeri ini. Krisis yang dimaksudkan adalah proses adaptasi baik dari masyarakat dalam perubahan sistem pendidikan yang sekarang. Contoh masalah adaptasi tersebut adalah guru yang belum siap untuk menerapkan PJJ, menyediakan akses internet yang sulit bagi orang tua, dan yang paling berdampak adalah siswa.

Data survei kemendikbud melaporkan bahwa guru hanya berfokus untuk memberikan tugas. Hal ini tentunya membuat siswa stress dan kesulitan dalam belajar. Data kemendibud tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 85% guru hanya memberikan soal saat PJJ diterapkan. Sesi mengajar hanya dilakukan sebanyak 50% dari waktu belajar dan 40% sisanya dihabiskan hanya memberi atau mengumpulkan tugas secara daring.

Contoh dampak tersebut menurut Komisioner KPAI Retno Listyarti dikutip dari CNNindonesia.com membuat siswa menjadi stress. Hal tersebut dikarenakan guru yang belum memahami secara baik bagaimana menyesuaikan kurikulum saat BDR. Kebanyakan guru mengartikan belajar daring dengan memberikan dan mengumpulkan tugas secara daring. Hal ini ditambah dengan semua guru di semua mata pelajaran sama-sama memberikan tugas berbarengan dengan bobot tugas yang berat (lama pengerjaan lebih dari 1 jam).

Cerita mengenai dampak korona dalam pendidikan yang lebih memprihatinkan lagi datang dari siswi kelas 1 SD berinisial KS di Banten yang meregang nyawa. KS meregang nyawa karena dianiaya ibunya perihal masalah BDR. Dikutip dari liputan6.com, Hal tersebut bisa terjadi karena Ibu korban emosi terhadap korban yang sulit menerima pembelajaran saat belajar daring. Guru tidak mengerti, orang tua tidak mengerti, siswa yang menjadi korban.

Perlu yang masyarakat ketahui, angka kekerasan fisik meningkat selama pandemi menurut survey KPAI (Setiawan, 2020). KPAI mengingatkan para orangtua dan guru agar selalu membangun komunikasi selama kegiatan belajar daring (Hidayat, 2020). Jangan mempersulit dan memberikan tugas yang terlalu berat kepada anak, khususnya anak kelas 1-3 SD. Nadiem Makarim selaku menteri pendidikan menghimbau agar kurikulum tidak memberatkan siswa namun capaian kompetensi minimal tetap terpenuhi.

Untuk para orang tua, hanya dengan berdiskusi atau bertanya mengenai pembelajaran daring anak dapat membantu mengurangi tingkat stress anak saat belajar daring. Selain itu, berikut adalah tips dan kegiatan bersama menurut penelitian yang dapat orang tua lakukan dalam membantu anak belajar daring dengan efektif, menyenangkan dan anti-stress :

  1. Melakukan olahraga di dalam ruangan bersama dengan anak. Olahraga dapat menjadi sarana pelepas stress yang baik dan juga dapat meningkatkan fokus siswa dalam belajar. Selain itu, olahraga juga mencegah efek buruk dari tingkat penggunaan internet yang tinggi yaitu obesitas dan depresi. Tips ini baik juga untuk orang tua yang work from home karena bisa melepas penat serta meningkatkan kesejahteraan karena bersenang-senang dengan anak. Cukup lakukan senam singkat selama 5 – 25 menit, lakukan senam yang menyenangkan seperti baby shark atau senam Ge mu fa mi re
  2. Jadwalkan waktu kegiatan sehari-hari anak. Kapan waktu ia belajar, bermain hp, bersenang-senang dan waktu bercengkarama dengan orang tua atau temannya. Hal ini dilakukan supaya tips-tips yang sudah disampaikan dapat dilakukan dengan konsisten dan optimal, tentu bagi orang tua dan juga siswa.
  3. Ketika bercengkrama dengan anak, pastikan untuk selalu memberikan pujian dan juga masukkan positif untuk anak. Hanya dengan bertanya kabar anak ketika selesai belajar juga sudah membantu anak dalam melepaskan stressnya. Tentunya, orang tua juga harus mendengarkan keluh kesah anak dengan cara yang membangun dan positif. Jangan menyalahkan anak ketika ia salah atau tidak mengerti, namun berilah semangat dan juga iming-iming supaya anak dapat memberikan performa yang lebih baik

Untuk para guru, terdapat juga tips dan juga masukkan untuk bagaimana mengajar daring atau online yang baik dan efektif selama pandemi korona. Contohnya saja guru bisa merekam video atau suara materi yang diajarkan kepada murid. Lalu guru juga bisa  membagi tugas secara kecil-kecil ke setiap siswa lalu saling membagikan apa yang ditulisnya satu sama lain. Terakhir, guru juga bisa membuat forum daring di media sosial atau di internet, sehingga pertanyaan dan keluh kesah siswa bisa tersampaikan ATAU sesama siswa bisa membantu masalah siswa lainnya.

Jika orang tua masih kesulitan juga dalam menghadapi dampak pendidikan selama Korona, ada solusi mudah yang dapat dilakukan, yaitu…

Homeschooling Tunas Karya Bangsa adalah solusi yang mudah dan tepat untuk masalah ini. Homeschooling Tunas Karya Bangsa (HSTKB) menerapkan sistem kurikulum yang fleksibel sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak namun tetap sesuai standar pendidikan. Guru di HSTKB juga terbiasa melakukan Pendidikan Jarak Jauh dan dapat mengetahui cara mengajar yang tepat saat dilakukannya PJJ. Tidak hanya guru, orang tua yang belum paham bagaimana mengoperasikan PJJ juga akan dibimbing. Mulai dari penginstallan aplikasi, tahapan membuka dan mengoperasikan aplikasi serta fitur-fitur di aplikasi daring tersebut. Akses psikolog juga ditawarkan oleh HSTKB untuk murid yang bermasalah belajar, emosi maupun masalah fisik. Oleh karena itu, orang tua tidak perlu risau dan frustasi akan masalah pendidikan anak, HSTKB disini hadir untuk membantu Anda.

 

Daftar Pustaka :

CNN Indonesia. (2020, March 18). Sekolah Libur Karena Corona, KPAI Sebut Guru buat Siswa Stres. Retrieved from  https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200318222319-20-484760/sekolah-libur-karena-corona-kpai-sebut-guru-buat-siswa-stres

Ihsan, D.  (2020, September 17). Nadiem Makarim: Masalah Krisis Pendidikan Jarang Dibahas Saat Pandemi. Retrieved from https://www.kompas.com/edu/read/2020/09/17/070000171/nadiem-makarim–masalah-krisis-pendidikan-jarang-dibahas-saat-pandemi

Prastiwi, D. (2020, September 17). Deretan Fakta Terkait Belajar Online Sebabkan Anak SD Meninggal Dunia. Retrieved from liputan6.com/news/read/4358782/deretan-fakta-terkait-belajar-online-sebabkan-anak-sd-meninggal-dunia

Putri, Z. (2020, July 26). Survei Kemdikbud: Siswa Sulit Pahami Pelajaran Saat Belajar Jarak Jauh. Retrieved from https://news.detik.com/berita/d-5108510/survei-kemdikbud-siswa-sulit-pahami-pelajaran-saat-belajar-jarak-jauh

Setiawan, R., & Amali, Z. (2020, July 23). Survei KPAI: Kekerasan Anak Akibat Beratnya Beban Ibu Saat COVID-19. Retrieved from https://tirto.id/survei-kpai-kekerasan-anak-akibat-beratnya-beban-ibu-saat-covid-19-fS2L

Hidayat, W. N. (2020, September 16). KPAI Ingatkan Pentingnya Komunikasi Orang Tua dan Guru. Retrieved from https://www.validnews.id/KPAI-Ingatkan-Pentingnya-Komunikasi-Orang-Tua-dan-Guru-BjT

Zaiets, K. dan Loehrke, J. (2020, August 8). These online learning tips will help parents prepare for a successful school year, even if it is virtual. Retrieved from https://www.usatoday.com/in-depth/news/2020/08/06/covid-19-tips-parents-successful-online-learning-virtual-classes-zoom/3303918001/

 

Share via